Kamis, 29 Mei 2008

Kemampuan Umum E-SATA

Apakah eSATA memiliki keterbatasan kecepatan tranfer ketika dipasangkan pada external harddisk. Dibawah ini adalah perbandingan dari tranfer data menurut teori antara USB, Firewire dan sistem eSATA (sumber sata-io.org)

USB 2.0 hanya mencapai peak 60Mbps sedangkan Firewire b memiliki peak 100Mbps atau mendekati kecepatan PATA. Sedangkan SATA 1.5 memiliki peak maksimum 150Mbps sedangkan SATA 3G mencapai 300Mbps. Bila sebuah harddisk dipasangkan pada external harddisk storage dengan bridge USB 2.0, secepat apapun harddisk bekerja hanya memiliki kecepatan tranfer sampai 50Mbps dipotong proses dari overhead. Artinya teknologi eSATA memang belum mampu ditandingi oleh sistem USB maupun Firewire sebagai external storage. Baik USB 2.0 dan Firewire tetap mengalami hambatan karena sistem interface dibuat untuk mentranslate dari SATA ke USB atau Firewire. Belum lagi masalah overhead sehingga menurunkan kecepatan tranfer sebenarnya pada USB dan Firewire. Dibandingkan dengan eSATA dan SATA tidak mengalami penurunan tranfer data karena tidak ada perubahan masalah protocol dari conroller SATA ke harddisk SATA.

Kemampuan eSATA

Mungkin menjadi pertanyaan, apa pentingnya mengunakan tranfer RAW data dengan 3Gbps sedangkan pada kenyataan untuk SATA harddisk hanya mampu mentranfer antara 100-140MB/s.

Mungkin dengan ilustrasi dibawah ini akan lebih mudah dimengerti mengapa pentingnya sebuah bandwidth interface eSATA. Pada pemakaian eSATA dengan external harddisk, nantinya dapat dipasangkan 4 harddisk baik pada 1 buah box external harddisk.

Sedangkan external harddisk dapat dipasangkan diluar computer bahkan notebook seperti gambar storage harddisk dibawah ini

Sistem seperti gambar diatas tentunya sangat memungkinkan sebuah computer atau notebook memasangkan storage external. Kapasitas akan jauh lebih besar dan lebih mudah dipindah ke perangkat lain tanpa menganggu perangkat storage utama. Keuntungan lain dengan kemampuan 3GBps (SATAII) untuk tranfer data akan jauh lebih cepat sehingga memungkinkan eSATA dapat dipasangkan pada hardware lain misalnya notebook yang memiliki kelambatan pada sistem storage harddisk. Kemampuan RAID dari interface eSATA akan lebih mudah dipindah dan dipasangkan ke computer lain karena fungsinya memang sebagai removable storage.

Kabel eSATA dan Perangkat Sederhana

Kabel eSATA dan perangkat sederhana

Kabel eSATA sedikit berbeda dibandingkan kabel SATA biasa, kabel utama sebagai konektor eSATA lebih banyak mengunakan kabel eSATA II yang tidak memiliki lekuk L dibandingkan kabel SATA I standar. Dibawah ini adalah kabel eSATA untuk koneksi dari internal controller mainboard ke external harddisk SATA biasa. Pada kabel yang menghubungkan controller mainboard digunakan koneksi male eSATA, sedangkan ujung kabel sebagai titik akhir dihubungkan ke konektor SATA biasa bagi harddisk.

Apakah eSATA harus mengunakan external box harddisk. Jawabannya tidak selalu. Bila anda mengunakan 1 atau 2 harddisk sebagai external harddisk eSATA, maka hanya dibutuhkan komponen dibawah seperti ini. Perangkat tersebut sudah diberikan oleh produsen mainboard agar memudahkan pemakai langsung mengunakan eSATA. Pada gambar pertama dibawah ini tertulis pada port SATA 1 dengan warna hitam adalah konektor SATA 1 1.5G sedangkan port kedua dengan warna kuning adalah konektor bagi SATA II / 3G atau difungsikan sebagai eSATA port. Pemakai pada mainboard yang memiliki fitur eSATA dapat langsung memasangkan komponen seperti gambar dibawah ini tanpa memerlukan external box storage untuk harddisk. Power untuk harddisk dapat mengunakan internal power dari power supply dan dihubungkan keluar untuk external harddisk.

Sedangkan gambar kedua, kedua port dikhususkan untuk eSATA port

eSATA memerlukan chip controller sebagai interface eSATA. Pada gambar dibawah adalah komponen dari konetor eSATA dari Gigabyte GA-965-DQ6 dengan chip controller Gigabyte SATA2. Untuk konektor eSATA dipisahkan dengan warna ungu, sedangkan konektor internal controller diberikan dengan warna kuning

Untuk awal pemakaian eSATA tidak dikatakan mahal, karena sebagian mainboard premium sudah menempatkan controller eSATA sebagai fitur board. Dan seluruh perangkat pendukung seperti external kabel SATA dan power cable juga sudah disertakan.

Sekilas perangkat eSATA mirip dengan SATA, tetapi eSATA hanya dapat bekerja bila chip controller pada hardware dikhususkan untuk sistem interface eSATA. Dengan eSATA maka storage dapat bekerja dengan plug and play atau dapat dicabut pasang seperti USB drive, dan panjang kabel maksimum 2 meter dapat digunakan untuk eSATA. Sekilas kemiripan dari pin konektor eSATA dengan sata, tetapi untuk eSATA memang dibuat khusus dan berbeda dengan konektor SATA. Tetapi bila anda menganggap external harddisk dapat dipasangkan dengan internal chip controller non eSATA , misalnya SATA. Jangan berharap banyak untuk mendapatkan fitur dari SATA. Pertama dengan panjang kabel lebih dari 1 meter maka interface SATA tidak dapat bekerja. Kedua pada chip controller SATA tidak mendukung PnP untuk storage.

Fitur dan Fungsi E- SATA

· eSATA sebagai interface storage external memiliki kemampuan lebih cepat dibandingkan USB storage external dan Firewire. Kecepatan tranfer mencapai 6 kali atau hampir setara seperti layaknya internal harddisk dengan interface SATA.

· Perangkat eSATA dengan PnP, seperti USB 2.0 external harddisk maka eSATA memiliki sistem plug and play (PnP). Pemakai eSATA cukup memasangkan pada perangkat eSATA controller dan langsung siap bekerja, demikian juga bila ingin melepas external harddisk dari eSATA.

· Perbedaan antara eSATA dengan SATA terletak pada panjang dan bentuk kabel. Umumnya SATA hanya mengijinkan panjang kabel harddisk maksimum sekitar 1 meter. Sedangkan eSATA dapat menghubungkan controller dengan harddisk eSATA dengan panjang 2 meter. SATA mengunakan konektor tipe L, sedangkan eSATA umumnya mengunakan konektor tipe I tanpa lekuk pada bagian akhir konektor atau dikenal dengan konektor SATA II /3G

· Controller eSATA sudah dibuat untuk sistem RAID 0 / 1 atau 4 harddisk terpasang pada 1 controller. Walaupun harddisk dipasangkan pada storage external, masih dimungkinkan storage dipasangkan dengan sistem RAID atau pada external dibuat 2 harddisk atau lebih baik sistem mirror , stripping atau dibuat terpisah dengan koneksi dimasing masing harddisk ke eSATA controller

USB 2.0 hanya mencapai peak 60Mbps sedangkan Firewire b memiliki peak 100Mbps atau mendekati kecepatan PATA. Sedangkan SATA 1.5 memiliki peak maksimum 150Mbps sedangkan SATA 3G mencapai 300Mbps. Bila sebuah harddisk dipasangkan pada external harddisk storage dengan bridge USB 2.0, secepat apapun harddisk bekerja hanya memiliki kecepatan tranfer sampai 50Mbps dipotong proses dari overhead. Artinya teknologi eSATA memang belum mampu ditandingi oleh sistem USB maupun Firewire sebagai external storage.

Baik USB 2.0 dan Firewire tetap mengalami hambatan karena sistem interface dibuat untuk mentranslate dari SATA ke USB atau Firewire. Belum lagi masalah overhead sehingga menurunkan kecepatan tranfer sebenarnya pada USB dan Firewire. Dibandingkan dengan eSATA dan SATA tidak mengalami penurunan tranfer data karena tidak ada perubahan masalah protocol dari conroller SATA ke harddisk SATA.

Kabel eSATA sedikit berbeda dibandingkan kabel SATA biasa, kabel utama sebagai konektor eSATA lebih banyak mengunakan kabel eSATA II yang tidak memiliki lekuk L dibandingkan kabel SATA I standar. Dibawah ini adalah kabel eSATA untuk koneksi dari internal controller mainboard ke external harddisk SATA biasa. Pada kabel yang menghubungkan controller mainboard digunakan koneksi male eSATA, sedangkan ujung kabel sebagai titik akhir dihubungkan ke konektor SATA biasa bagi harddisk.

Sistem Interface E-SATA

Sistem Interface E-SATA

Mungkin agak kabur mengatakan kata eSATA dengan SATA. Kedua nama tersebut mengunakan perangkat yang sama tetapi sedikit berbeda pada fungsi.

eSATA memiliki fungsi untuk access data harddisk external, sedangkan SATA ditujukan untuk access data harddisk internal. Baik Paralel ATA (PATA), Serial ATA (SATA) dan external SATA (eSATA) adalah interface pada perangkat storage.

Kemampuan eSATA bukan saja pada kemampuan performa pada tranfer rate data, karena sistem eSATA mengunakan storage yang sama seperti SATA. eSATA ditujukan pada kemudahan dan mobilitas perangkat storage external.

Proses Baca Pada Harddisk

Proses Baca Hardisk

Saat sebuah sistem operasi mengirimkan data kepada hard drive untuk direkam, drive tersebut memproses data tersebut menggunakan sebuah formula matematikal yang kompleks yang menambahkan sebuah bit ekstra pada data tersebut.Bit tersebut tidak memakan tempat: Di kemudian hari, saat data diambil, bit ekstra tersebut memungkinkan drive untuk mendeteksi dan mengkoreksi kesalahan acak yang disebabkan oleh variasi dari medan magnet di dalam drive tersebut. Kemudian, drive tersebut menggerakkan head melalui track yang sesuai dari platter tersebut. Waktu untuk menggerakkan head tersebut dinamakan “seek time”. Saat berada di atas track yang benar, drive menunggu sampai platter berputar hingga sector yang diinginkan berada di bawah head. Jumlah waktu tersebut dinamakan “drive latency”.

Semakin pendek waktu `seek` dan `latency`, semakin cepat drive tersebut menyelesaikan pekerjaannya. Saat komponen elektronik drive menentukan bahwa sebuah head berada di atas sector yang tepat untuk menulis data, drive mengirimkan pulsa elektrik pada head tersebut. Pulsa tersebut menghasilkan sebuah medan magnetik yang mengubah permukaan magnetik pada platter. Variasi yang terekam tersebut sekarang mewakili sebuah data. Membaca data memerlukan beberapa proses perekaman. Drive memposisikan bagian pembaca dari head di atas track yang sesuai, dan kemudian menunggu sector yang tepat untuk berputar di atasnya. Saat spektrum magnetik tertentu yang mewakili data Anda pada sector dan track yang tepat berada tepat di atas head pembaca, komponen elektronik drive mendeteksi perubahan kecil pada medan magnetik dan mengubahnya menjadi bit. Saat drive tersebut selesai mengecek error pada bit dan membetulkannya jika perlu, ia kemudian mengirimkan data tersebut pada sistem operasi.

Perkembagan Harddisk PATA ( ATA ) dan SATA

  1. Perkembangan Harddisk PATA dan SATA


Sejak awal tahun 2003, interface SATA mulai dikenal pengguna komputer. Mulai saat itu, kebanyakan motherboard juga sudah dilengkapi dengan interface yang satu ini. Baik yang tersedia secara terintegrasi dari chipset maupun dengan tambahan SATA controller. Bahkan solusi RAID pun juga mulai ditawarkan dalam kemasan interface yang satu ini. Kehadirannya mulai menggeser keberadaan interface pendahulunya, PATA. Benarkah harddisk SATA memang lebih baik dari pada harddisk PATA?
HarddiskPATA
Kinerja: Untuk kinerja, PATA mulai tertinggal dibandingkan dengan interfae SATA. Pada perbandingan ini, memang tidak terlihat terlalu signifikan. Sebagai pembanding pada kesempatan ini, kami mengambil contoh sebuah harddisk dalam seri model yang sama, dengan hanya perbedaan pada interface yang digunakan. Jika pada generasi SATA I, para produsen harddisk masih memiliki varian produk flagship dengan mengandalkan interface PATA. Namun seiring perkembangan interface SATA, belakangan para produsen harddisk lebih mengandalkan interface SATA untuk produk-produk high-end dan mainstream-nya. Sekaligus secara tidak langsung juga dapat dikatakan sebagai bukti tambahan bahwa interface SATA sudah lebih baik dibandingkan PATA. Pemenang: Harddisk SATA
Teknologi: Advanced Technology Attachment (ATA), awalnya dikenal dengan nama ini. Dengan hadirnya SATA, maka untuk memudahkan, ia kemudian dikenal dengan Parallel ATA (PATA). Sejak awal diperkenalkan SATA I, ia memang memiliki beberapa batasan teknis yang memang kalah dibandingkan dengan SATA. PATA memiliki keterbatasan panjang kabel interface hanya pada maksimal 18 inci (46 cm). Keterbatasan yang satu ini membuatnya menjadi benar-benar sebuah interface untuk internal storage. Belum lagi PATA tidak memiliki kemampuan hot swapable, dan kabel data yang membutuhkan hingga 40 kabel, membuatnya tidak praktis. Interface ini juga mengalami perkembangan yang cukup jauh dari awal kehadirannya, di tahun 1994. UDMA 6 (133) atau Ultra DMA 133 adalah terobosan terakhir untuk interface yang sudah mulai menua ini, pada tahun 2005 yang lalu. Bersamaan dengan dikeluarkannya SATA I (SATA/150). Sampai tahap itu, PATA masih tidak dapat diremehkan. Setidaknya masih ada beberapa produk harddisk berinterface PATA high-end yang masih dapat mengungguli atau setidaknya setara dengan harddisk SATA/150. Kemudian pengembangan untuk PATA berhenti sampai di sini. Namun, tidak demikian dengan penerusnya SATA. Pendek kata SATA sudah unggul dibanding interface PATA.

Selasa, 27 Mei 2008

Search Engine baru selain Google, Yahoo

Powerset: Search engine untuk Wikipedia Print E-mail

Setiap kali mendengar kata search engine, biasanya yang terlintas di benak kita adalah Google. Sebagian kecil pengguna mungkin juga memikirkan Yahoo atau Live Search dengan alasan tertentu. Kini hadir lagi search engine pendatang baru yakni Powerset (www.powerset.com).

Berbeda dibandingkan Google yang lebih dikategorikan sebagai search engine untuk segala keperluan, Powerset dikhususkan untuk pengguna yang ingin mencari informasi lebih mendalam di layanan ensiklopedia online Wikipedia (www.wikipedia.org).

Image
Mengerti: Dengan memberi input "CHIP Indonesia", Powerset dapat mengetahui bahwa informasi yang ingin diketahui pengguna adalah menyangkut informasi seputar majalah CHIP Indonesia.


Powerset yang masih dalam tahap ujicoba (public beta trial) ini mengedepankan sistem pelacakan baru yang mereka sebut natural language search. Seperti juga search engine lainnya, Anda pun wajib memasukkan keyword seperti “iphone”, “processor”, “chip”, atau lainnya terlebih dulu. Namun, Powerset juga dapat menerima input lainnya berupa frasa dan pertanyaan. Selanjutnya dengan tool semantic-nya, Powerset mencoba mencerna input tersebut dan memberi respons atau jawaban yang berkaitan dengan hal tersebut. Contohnya, jika Anda mencari atau menginputkan "paintings by Dali," maka search engine tersebut akan mengerti bahwa Anda ingin mencari lukisan-luksisan. Setelah ia menemukan gambar-gambar tersebut, ia akan menempatkan hasil pencariannya pada urutan-urutan terdepan.

Meskipun Powerset hanya melakukan pencarian data di lingkungan Wikipedia, Anda tetap mendapatkan segudang informasi di sana. Memang untuk jenis pertanyaan mungkin Anda dibatasi oleh content yang hanya dikuasi oleh Wikipedia. Maksudnya adalah jawabannya mungkin akan lebih mengena bila Anda menanyakan siapa yang presiden yang paling korup di Indonesia (tentunya dalam bahasa Inggris) daripada menanyakan kapan 3G iPhone dirilis.

Apabila Anda klik link untuk membaca sebuah artikel Wikipedia, Powerset akan menampilkan sebuah sidebar yang menyediakan ringkasan artikel yang disebut sebagai "Factz”. Dengan mengklik salah satu link didalamnya, Anda akan diarahkan ke salah satu artikel Wikipedia yang berkaitan dengan topik tersebut.

Keampuhan search engine Powerset dalam merangkai, merangkum, dan menampikan informasi memang masih perlu diuji karena skala peng-index-annya masih sebatas satu website. Dengan kata lain, masih belum dapat dibandingkan dengan Google yang sanggup meng-index-an seluruh informasi yang ada di Internet. Untuk dapat menggunakan Powerset lebih optimal, Anda direkomendasikan mengunakan salah browser, antara lain Firefox 2, Safari 3, atau Internet Explorer 7.