Selasa, 27 Mei 2008

Sejarah Harddisk bagian pertama

Hardisk merupakan piranti penyimpanan sekunder dimana data disimpan sebagai pulsa magnetik pada piringan metal yang berputar yang terintegrasi. Data disimpan dalam lingkaran konsentris yang disebut track. Tiap track dibagi dalam beberapa segment yang dikenal sebagai sector. Untuk melakukan operasi baca tulis data dari dan ke piringan, harddisk menggunakan head untuk melakukannya, yang berada disetiap piringan. Head inilah yang selanjut bergerak mencari sector-sector tertentu untuk dilakukan operasi terhadapnya. Waktu yang diperlukan untuk mencari sector disebut seek time. Setelah menemukan sector yang diinginkan, maka head akan berputar untuk mencari track. Waktu yang diperlukan untuk mencari track ini dinamakan latency.

Harddisk merupakan media penyimpan yang didesain untuk dapat digunakan menyimpan data dalam kapasitas yang besar. Hal ini dilatar belakangi adanya program aplikasi yang tidak memungkinkan berada dalam 1 disket dan juga membutuhkan media penyimpan berkas yang besar misalnya database suatu instansi. Tidak hanya itu, harddisk diharapkan juga diimbangi dari kecepatan aksesnya. Kecepatan harddisk bila dibandingkan dengan disket biasa, sangat jauh. Hal ini dikarenakan harddisk mempunyai mekanisme yang berbeda dan teknologi bahan yang tentu saja lebih baik dari pada disket biasa. Bila tanpa harddisk, dapat dibayangkan betapa banyak yang harus disediakan untuk menyimpan data kepegawaian suatu instansi atau menyimpan program aplikasi. Hal ini tentu saja tidak efisien. Ditambah lagi waktu pembacaannya yang sangat lambat bila menggunakan media penyimpanan disket konvensional tersebut.

Sejarah Perkembangan Harddisk

Harddisk pada awal perkembangannya didominasi oleh perusahaan raksasa yang menjadi standard komputer yaitu IBM. Ditahun-tahun berikutnya muncul perusahaan-perusahaan lain antara lain Seagate, Quantum, Conner sampai dengan Hewlet Packard’s di tahun 1992. Pada awalnya teknologi yang digunakan untuk baca/tulis, antara head baca/tulisnya dan piringan metal penyimpannya saling menyentuh. Tetapi pada saat ini hal ini dihindari, dikarenakan kecepatan putar harddisk saat ini yang tinggi, sentuhan pada piringan metal penyimpan justru akan merusak fisik dari piringan tersebut.

Trend Perkembangan HardDisk

Trend perkembangan harddisk dapat kita amati dari beberapa karakteristik berikut :

a. Kerapatan Data/Teknologi Bahan

Merupakan ukuran teknologi bahan yang digunakan seberapa besar bit data yang mampu disimpan dalam satu satuan persegi. Dalam hal kerapatan data dari awal sampai sekarang terjadi evolusi yang sangat kontras. Pada awal perkembangannya kerapannya sekitar 0.004 Gbits/in2 tetapi pada tahun 1999 labortorium IBM sudah ada sekitar 35.3 Gbits/in2. Tetapi menurut www.bizspaceinfotech.com akan diperkenalkan apa yang dinamakan TerraBit density. Harddisk pada awal perkembangannya, bahan yang digunakan sebagai media penyimpan adalah iron oxide. Tetapi sekarang banyak digunakan media thin film. Media ini merupakan media yang lebih banyak menyimpan data dari pada iron oxide pada luasan yang sama dan juga sifatnya yang lebih awet.

b. Struktur head baca/tulis

Head baca/tulis merupakan perantara antara media fisik dengan data elektronik. Lewat head ini data ditulis ke medium fisik atau dibaca dari medium fisik. Head akan mengubah data bit menjadi pulsa magnetik dan menuliskannya ke medium fisik. Pada proses pembacaan data prosesnya merupakan kebalikannya.

Proses baca tulis data merupakan hal yang sangat penting, oleh karena itu mekanismenya juga perlu diperhatikan. Dalam pendahuluan sebelumnya terdapat perbedaan letak fisik head dalam operasinya. Dulu head bersentuhan fisik dengan metal penyimpan. Kini antara head dan metal penyimpan sudah diberi jarak. Bila head bersentuhan dengan metal penyimpan, hal ini akan menyebabkan kerusakan permanen fisik, head yang aus, tentu saja panas akibat gesekan. Apalagi teknologi sekarang kecepatan putar harddisk sudah sangat cepat. Selain itu teknologi head harddiskpun juga mengalami evolusi. Evolusi head baca/tulis harddisk : Ferrite head, Metal-In-Gap (MIG) head, Thin Film (TF) Head, (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, Giant Magnetoresistive (GMR) Heads dan sekarang yang digunakan adalah Colossal Magnetoresistive (CMR) Heads. Ferrite head, merupakan teknologi head yang paling kuno, terbuat dari inti besi yang berbentuk huruf U dan dibungkus oleh lilitan elektromagnetis. Teknologi ini diimplementasikan pada pertengahan tahun 1980 pada harddisk Seagate ST-251. Kebanyakan terdapat pada harddisk yang ukurannya kurang dari 50MB. Metal-In-Gap (MIG), merupakan penyempurnaan dari head Ferrite. Biasanya digunakan pada harddisk yang ukurannya 50MB sampai dengan 100MB. Thin Film (TF) heads, berbeda jauh dengan jenis head sebelumnya. Head ini dibuat dengan proses photolothografi seperti yang digunakan pada pembuatan prosessor. (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, head ini digunakan untuk membaca saja. Untuk penulisannya digunakan head jenis Thin Film. Diimplementasikan pada harddisk ukuran 1GB sampai dengan 30GB. Giant Magnetoresistive (GMR) Heads, merupakan penemuan dari peneliti Eropa Peter Gruenberg and Albert Fert. Digunakan pada harddisk ukuran besar seperti 75GB dan kerapatan tinggi sekitar 10 Gbits/in2 sampai dengan 15 Gbits/in2.

Karena teknologi Giant Magnetoresistive (GMR) mulai ditarik dari pasaran, sebagai penggantinya adalah Colossal Magnetoresistive (CMR).

Perkembangan Harddisk

Kali ini catatan tentang perkembangan Harddisk buat Aristia dan Roderich. Nti kamu bisa make judul misalnya : .... informasi dengan teknologi Harddisk ...


Kisi-kisi pembahasannya bisa seputar ini :

  1. Computer Storage Media, definisikan Computer storage media sebagai media penyimpan dalam sistem komputer, ada 3 macam, yaitu : Primary storage (main memory, register dan cache), Secondary storage atau off-line storage (flash disk, floppy disk, harddisk) dan (jukebox). Kemudian kamu mulai bahas data yang diproses dikomputer disimpan didalam secondary storage secara permanen. Jadi data atau informasi tadi bisa diakses sewaktu-waktu dibutuhkan. Namun kecepatan Secondary storage itu lebih lambat dibanding dengan primary (lah iya kan, kecepatan RAM in dalam nanosecond sedang harddisk itu dalam milisecond). Secondary storage atau bisa dibilang mass storage itu ada yang optical, contohnya CD, DVD atau juga yang magnetic seperti harddisk atau floppy disk. Harddisk terdiri dari banyak piringan (platter) magnetik yang digunakan untuk menyimpan data. Setiap piringan magnetik (platter) terdiri dari sector dan track.


    Cara penyimpanan data pada platter menggunakan teknik perekaman magnetis. Lingkaran yang berwarna kuning menunjukkan sector dan warna biru menunjukkan track. Setiap sector dapat menyimpan 256 - 512 bytes data. Seperti yang dijelaskan di Bagian 1. Memory Komputer, data disimpan dalam sistem binary. Data yang akan disimpan di harddisk, ditambahi 1 bit ekstra. Bit ini tidak memakan tempat. Pada saat data diambil, bit ini membantu mendeteksi kesalahan acak yang disebabkan oleh variasi medan magnet pada drive.



    Untuk menuliskan data, drive menggerakan head melalui track, hingga menemukan track yang dimaksud. Waktu yang digunakan untuk mencari track disebut dengan istilah "seek time". Kemudian platter akan berputar hingga sector yang diinginkan. Waktu yang dipakai untuk menemukan sector ini disebut "drive latency". Semakin kecil waktu seek dan latency maka semakin cepat drive menyelesaikan proses. Setelah sampai pada lokasi yang tepat, maka drive akan mengirimkan sinyal pada head yang menghasilkan medan magnetik yang mengubah permukaan magnetik pada platter. Variasi yang terekam tersebut sekarang mewakili sebuah data. Sebaliknya saat membaca data, jika telah sampai pada lokasinya, maka komponen elektronik pada drive mendeteksi perubahan kecil dalam medan magnetik dan mengubahnya menjadi bit. Setelah dicek ulang, maka data tersebut ditransfer ke sistem.
  2. Harddisk Evolusion, disini coba dibahas tentang teknologi harddisk, dari yang paling kuno sampai yang paling modern, SCSI, SATA, dll.
  3. Bagaimana dengan Harddisk yang paling modern ini bisa mensupport pemberdayaan masyarakat ? Wah susah juga ya ngebahasnya, tapi mungkin bisa deh, coba kalau dikaitkan dengan banyaknya informasi yang dapat direkam. sehingga menunjang peningkatan teknologi di dalam perusahaan. Oiy... yang ini coba dulu yach... nti malem kalo ada ilham saya tulis lagi lanjutannya, okay...

Atasi Masalah Data pada Harddisk kita dan memperbaiki data yang sudah di delete / hilang

Anda mungkin pernah mengalami hal hal dibawah ini :

* Mendelete file penting secara tidak sengaja.
* Anda memiliki banyak nama letter drive dan secara tidak sengaja menghilangkan data dengan melakukan format pada sebuah drive letter bahkan menghapus partisi harddisk dan data anda hilang
* Atau anda lebih suka memasang seluruh harddisk baru dan yang sudah usang didalam sebuah computer. Biar kelihatan memiliki computer canggih dengan banyak harddisk.
* Virus melakukan penghapusan data termasuk data penting.
* Harddisk anda mengalami mulfunction, hal ini dapat terjadi bila storage didalam media sudah terlalu penuh dan harddisk mengalami crash.

Kita bahas kasus kasus paling konyol dilakukan pemakai computer

Mendelete file secara tidak sengaja: Ada kata pepatah sepandai pandainya tupai melompat, suatu ketika pasti akan jatuh. Mereka yang biasa biasa saja mengunakan computer, sangat jarang melakukan kesalahan ini. Karena lebih memilih berhati hati menempatkan file pada harddisk dan menjauhkan tombol Delete. Tetapi kasus ini malah terjadi ketika seseorang yang sangat mahir mengunakan computer. Terkadang malah mematikan peringatan pada sistem Windows karena dianggap menganggu. Komentarnya, kenapa harus diberikan warning jika ingin mendelete file atau directory, inikan sebuah pekerjaan rutin. Biasanya pemakai computer yang sudah ahli melakukan setup Windows dengan mematikan hal hal yang dianggap tidak perlu. Suatu ketika, ternyata file yang penting didalam sebuah directory terhapus secara tidak sengaja tanpa tanda peringatan awal

Memformat harddisk secara tidak sengaja : Kasus ini sebenarnya jarang terjadi bagi mereka yang menyusun data penting pada sebuah harddisk. Mereka yang sudah berpengalaman akan menempatkan sebuah data pada sebuah harddisk dengan drive letter tertentu. Misalnya menempatkan data penting pada harddisk pertama atau kedua. Ketika melakukan format, maka didalam hati sudah tertanam kebiasaan untuk memeriksa kembali dan memastikan drive letter yang akan diformat bukanlah drive letter atau harddisk yang berisikan data penting. Kesalahan ini sering terjadi karena turunnya konsentrasi seseorang ketika melihat nama drive letter serta partisi pada sebuah computer yang hendak dihapus atau diganti . Atau paling umum dan konyol adalah cursor mouse tergeser ke partisi yang tidak ingin diformat. Tidak percaya, nyatanya banyak kejadian seperti ini terjadi dengan memformat drive letter yang salah. Maklum sistem seperti Windows XP sangat memudahkan melakukan format harddisk

Menghilangkan partisi secara tidak sengaja : Pada sistem Windows XP sangat memudahkan seseorang melakukan format atau membuat partisi. Sedangkan untuk sistem Windows 98, partisi harus dibuat dengan sistem DOS. Sayangnya, hal yang mendasar untuk membuat partisi pada sistem Windows XP terkadang kurang dipahami. Dan secara tidak sengaja anda melakukan penghapusan pada partisi harddisk yang berisikan data penting. Sedangkan sistem Windows 98, kejadian partisi hilang karena pemakai computer lupa memindahkan option pilihan harddisk. Terlebih bila mengunakan 2 harddisk dengan kapasitas dan pembagian yang sama paling sering terjadi.

Menempatkan data pada harddisk usang : Memiliki 3-4 harddisk didalam sebuah computer mungkin kelihatan keren. Ada kebiasaan buruk bagi pemakai computer untuk tetap memanfaatkan harddisk usang. Tetapi kita harus mengetahui bahwa harddisk memiliki jangka pemakaian. Menempatkan data yang penting pada harddisk usang bukanlah hal bijaksana. Lebih baik melakukan backup atau setidaknya menempatkan data pada 2 harddisk berbeda untuk melakukan duplikat. Nyatanya banyak yang tidak memperhatikan umur dari pemakaian harddisk. Ketika harddisk tua mulai berulah seperti terjadi kerusakana fisik seperti bad sector atau harddisk mendadak tidak dapat di access barulah disadari masih ada data penting yang tertinggal didalam.

Bagi pemula sebaiknya mengenal arti Fisik Drive, Partisi dan Drive/Logical drive letter :

Dibawah ini dasar sederhana untuk mengenal sebuah drive storage

Fisik drive: Diartikan adalah bentuk storage. Bentuknya umum adalah harddisk, bentuk lainnya dapat berupa Flash drive, CD/DVD-ROM dengan media CD/DVD atau floppy drive dan lainnya. Fisik drive adalah bentuk fisik sebuah drive media penyimpan. Didalam drive nantinya dibagi menjadi beberapa partisi untuk membentuk nama drive atau dikenal sebagai drive letter

Partisi atau Partition : Diartikan pembagian sebuah storage untuk membagi atau memotong kapasitas sebuah media penyimpan atau storage menjadi bagian yang lebih kecil sesuai kebutuhan. Pembagian storage atau space atau isi kapasitas harddisk dapat diartikan sebagai partisi. Misalnya harddisk 100 GB dapat dipecah menjadi 2 dengan pembagian 50GB dan 50GB. Tetapi ada ketentuan pada susunan partisi khususnya harddisk. Pembagian ditentukan dengan Primary dan Extended partisi.

Harddisk pertama pada computer atau harddisk yang berisikan sistem booting akan diberikan nama Primary Partition atau partisi utama. Didalam Primary partisi hanya memiliki 1 drive letter, yaitu drive C.

Harddisk pertama dapat dibagi dan diberikan nama Extended Partition. Sebagai contoh anda memiliki harddisk 250GB dan membagi 2 partisi 20GB Primary dan 230GB Secondary. Maka 20GB pertama akan menjadi drive C. Sedangkan 230GB dapat dibagi lagi dengan beberapa nama drive letter yang anda butuhkan termasuk kapasitas dari masing masing drive letter. Proses pembagian Extended Partition diakhir dengan pemberian Logical drive. Misalnya anda membagi partisi Extended menjadi 5 drive letter (D-E-F-G-H) lagi dengan masing masing kapasitas 50GB, drive letter pertama memiliki letter D dan kedua menjadi drive E dan seterusnya.

Bila anda memiliki 2 harddisk, harddisk pertama harus memiliki ketentuan seperti diatas dan minimal memiliki primary partition. Sedangkan Extended Partition hanya diperlukan bila anda perlu membagi harddisk pertama, kedua dan seterusnya menjadikan beberapa drive letter lain. Bila tidak, maka harddisk pertama akan tetap berisikan Primary Partition dengan 1 drive letter saja yaitu C. Drive C dengan Primary Partition akan berisikan sistem boot pada sebuah sistem operasi.

Untuk harddisk kedua dapat dibagi tanpa Primary Partition dan dapat bagi langsung dengan Extented Partition. Cara pembagian sama seperti membagi kapasitas dari cara harddisk pertama tetapi untuk membentuk Extended Partition harus memiliki harddisk pertama dengan isi Primary Partition. Harddisk kedua dan seterusnya tidak memerlukan Primary Partition bila anda tidak memerlukan harddisk kedua dan seterusnya juga dapat melakukan boot pada sebuah computer.

Pada gambar dibawah ini adalah gambaran dari struktur pembagian sebuah storage dengan bentuk media harddisk. Sebagai contoh fisik harddisk yang digunakan adalah berkapasitas 250GB :

Primary Partition, Drive C, berisikan 20GB (19.53GB)

Extended Partition, Drive D - E - F dan seterusnya dibagi berdasarkan kebutuhan.


Melakukan recover data didalam harddisk (storage)

Sebelum hanya perusahaan software membuat software recovery harddisk. Kehilangan data dari sebuah harddisk adalah sebuah mimpi buruk

Tetapi sekarang ini adalah beberapa software yang mampu melakukan pengembalian data pada sebuah harddisk. Bila anda secara tidak sengaja menghilangkan data anda, contohnya partisi pada harddisk, logical drive yang terhapus atau harddisk secara tidak sengaja terhapus. Persiapkan langkah langkah seperti dibawah ini

* Cara yang terbaik adalah mengunakan 2 harddisk. Harddisk yang mengalami kerusakan, atau hilang data digunakan sebagai harddisk kedua. Sedangkan harddisk pertama digunakan sebagai sistem recovery dan melakukan backup data yang hilang.
* Bila anda memiliki 1 buah harddisk berisikan boot sistem dengan 1 partisi dengan Primary Partition. Langkah terbaik untuk tidak mengunakan harddisk tersebut untuk melakukan recover. Gunakan harddisk lain untuk melakukan recover dengan menginstal software recovery data. Upaya ini untuk mencegah data anda terhapus secara permanen.
* Bila anda memiliki beberapa drive letter misalnya C,D,E. Anda dapat mengunakan harddisk untuk melakukan recovery data. Dengan catatan tidak menginstall kegiatan penulisan pada drive letter yang berisi data penting dan telah terhapus secara tidak sengaja. Sebagai contoh, Data anda berada didalam drive letter E. Maka anda tidak boleh mengunakan Drive letter E untuk menginstall program apapun. Program recovery data dapat ditempatkan pada drive letter lain misalnya di D dan C.
* Bila secara tidak sengaja anda menghapus partisi harddisk anda. Anda tidak boleh mengunakan harddisk tersebut untuk melakukan install software apapun. Gunakan harddisk lain untuk mencari data anda didalam harddisk yang terhapus.
* Sekalipun harddisk anda telah kehilangan informasi atau harddisk anda mulai mengalami gangguan seperti bad sector. Sistem recovery data dapat melakukan pengembalian data anda. Asalkan harddisk masih dapat dikenal oleh harddisk pembantu untuk melakukan recovery
* Software recovery data hanya melakukan pengembalian data anda yang terhapus secara tidak sengaja. Tetapi tidak mengembalikan bentuk partisi anda seperti semula.


Undelete file / mengembalikan file terhapus

Undelete file atau mengembalikan file yang terhapus tidak terlalu sulit. Banyak software utiliti dengan menambahkan fitur undelete file.

Misalnya Tune-Up menyertakan fitur untuk mencari file atau directory yang terhapus pada sebuah drive letter. Atau dan Recover4All dengan kemampuan khusus untuk melakukan pencarian file yang terdelete. Software utility tersebut dapat mencari nama file yang telah terhapus, dan memilih apakah kondisi file yang terhapus masih baik atau utuh. Software undelete file membutuhkan input dari pemakai untuk mengembalikan nama file aslinya. Karena pada sistem WIndows, file yang dihapus akan dihapus karakter paling depan. Misalnya file anggaran.xls masih dapat ditemukan dengan nama ?nggaran.xls. Dan karakter awal harus dimasukan secara manual.

Mengembalikan data pada Partisi atau drive letter yang terhapus

Kami mencoba 2 buah software handal untuk melakukan recovery data. Kedua software dibawah ini mampu mengambil data dari sebuah storage yang telah hilang sampai tingkat logical drive atau drive letter maupun informasi pada partisi. Artinya, sebuah harddisk yang sudah dianggap tidak memiliki partisi (blank) lagi ternyata masih dapat dicari sisa data dari file yang ada didalam harddisk.

Kemampuan kedua program dibawah ini adalah :

* Mendukung FAT16, FAT32, VFAT, NTFS
* Recover file yang terhapus termasuk folder
* Mengembalian file yang hilang dari terhapusnya partisi bahkan yang terformat dengan sistem cepat / QUICK.
* Mengembalikan data dari storage yang tidak dapat di access lagi atau terjadinya corruption file dengan pencarian sector
* Mendukung multi disk format seperti IDE sampai SCSI
* Bekerja pada Sistem Windows 95 - XP dan 2003 untuk Stellar

Stellar Phoenix FAT & NTFS - Windows Data Recovery Software

GetDataBack for NTFS or FAT


Kedua software tersebut mampu mengambil data baik partisi dan drive letter yang telah anda hapus. Bahkan software recovery data akan mencoba mencari data anda walaupun harddisk atau storage media mengalami cacat fisik misalnya bad sector.

Kesimpulan

Kehilangan data baik terhapus secara tidak sengaja pada drive letter, directory dan partisi storage bukan sebuah mimpi buruk lagi. Dengan software Recovery Data, maka data anda masih dapat dikembalikan walaupun terdapat resiko tidak seluruhnya dapat diamankan. Bila anda mengalami kejadian ini, secepatnya anda mematikan computer dan melepaskan harddisk anda untuk melakukan recovery. Dan tidak disarankan melakukan recovery data pada harddisk yang sama kecuali anda mengenal betul apa yang anda lakukan. Mengenal cara kerja harddisk, dan media storage seperti jenis partisi, drive letter sangat disarankan agar mencegah kerusakan lebih dalam.

Cara Mengatasi Bad Sector Pada harddisk

Harddisk adalah media penyimpan yang sangat penting pada computer. Sayangnya umur pemakaian yang terbatas. Kerusakan pada harddisk dapat disebabkan beberapa hal. Misalnya :

* Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroller harddisk dan motor.
* Harddisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.
* Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena goncangan berlebih.
* Suhu didalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak stabil.
* Kondisi MTBF/umur harddisk, sudah tercapai dan akan rusak.

Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang terkena bad sector adalah hanya kondisi dimana harddisk masih berputar, keadaan controller harddisk masih bekerja. Tetapi keadaan ini masih dibagi lagi, bila ingin mengunakan harddisk yang terkena bad sector. Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan.

* Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage.
* Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin dilow level.
* Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan harddisk diperbaiki.

Membicarakan keadaan harddisk untuk diperbaiki hanya memungkinkan perbaikan pada kondisi ke 2, dimana permukaan harddisk masih stabil tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa tempat.

Tujuan
* Upaya untuk mengunakan harddisk yang terdapat bad sector
* Men-eliminasi lokasi kerusakan pada bad sector.

Tahapan 1

Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya mengunakan tahapan 1 untuk memastikan kondisi platter harddisk yang rusak. Untuk mengetahui hal ini harddisk harus dilakukan LOW LEVEL FORMAT (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat mengunakan software LLF. Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat harddisk. Atau mencari utiliti file seperti hddutil.exe (dari Maxtor - MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c 05/02/96.

Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi, data didalam harddisk serta informasi bad sector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan partisi pada FAT 32 dari Windows Fdisk.

Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti kondisi pertama kali digunakan.

Peringatan : Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam harddisk

Tahapan 2

Proses selanjutnya adalah dengan metode try dan error. Tahapan untuk sesi ini adalah :

a. Membuat partisi harddisk : Dengan program FDISK dengan 1 partisi saja, baik primary atau extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk , tetapi bila menghendaki harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah memiliki primary partisi (partisi untuk melakukan booting).

b. Format harddisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format periksa pada persentasi berapa kerusakan harddisk. Hal ini terlihat pada gambar dibawah ini.




Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx, artinya program sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian dibawah ini adalah dengan Harddisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT :

Kondisi Display pada program Format persentasi yang dapat digunakan
Baik 0-20% 20%
Bad sector 21% Dibuang
Baik 22-89% 67%
Bad sector 91% Dibuang
Baik 91-100% 9%

c. Buat partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan hanya ditunjukan partisi extended. Pembagian pada gambar dibawah ini adalah pada drive D dan F (22MB dan 12 MB) dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G ( 758MB dan 81MB) adalah sebagai drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.




Bila anda cukup ngotot untuk memperbaiki bad sector anda, dapat juga dilakukan dengan try-error dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector pada harddisk secara tahapan yang lebih kecil, misalnya membuat banyak partisi untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space pada partisi yang akan dibuang. Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat dimana terjadi bad sector semakin baik, hanya cara ini akan memerlukan waktu lebih lama walaupun hasilnya memang cukup memuaskan dengan memperkecil lokasi dimana kerusakan harddisk terjadi.





d. Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang, lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan, anda harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena bad sector. Hal yang perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan mengacaukan sistem partisi harddisk.

e. Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah membuang partisi yang mengandung bad sector. Pada gambar dibawah ini adalah: Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang akan digunakan.




F. Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option 4 (Display partitisi) pada program FDISK, contoh pada gambar dibawah ini adalah tersisa 3 drive : C sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang mengandung bad sector telah dihapus.





G. Akhir proses. Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector. Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E (81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.

Bila anda belum puas dengan hasil mencari bad sector, maka anda dapat mengulangi prosesur diatas. Untuk melakukan Tips ini sebaiknya sudah mengetahui prosedur dalam membuat partisi dengan program FDISK.

Yang perlu dicatat pada tip ini adalah, berhati-hati pada pemakaian program LLF. Sebaiknya mengunakan single drive untuk mengunakan program ini. Kesalahan melakukan LOW LEVEL FORMAT pada harddisk sangat fatal dan tidak dapat dikembalikin seperti kondisi semula.

Untuk harddisk yang terkena BAD SECTOR sebaiknya mengunakan harddisk yang kondisinya belum terlalu parah atau bad sector terdapat di beberapa tempat dan tidak sporadis tersebar. Kerusakan pada banyak tempat (sporadis bad sector) pada harddisk akan menyulitkan pencarian tempat dimana terjadi bad sector.

Selasa, 20 Mei 2008

Teknologi Harddisk Masa Depan

Kapasitas Super Lega
Produsen semakin padat mengemas data pada hard disk. Hard disk masa depan bakal dilengkapi dengan laser dan pelumas!

Image
PERKEMBANGAN HARD DISK - Di lab para produsen hard disk mencari kepadatan data yang lebih tinggi.

Akhir tahun ini, kapasitas hard disk bakal memiliki rekor baru. Hard disk untuk PC akan mampu menampung data sebanyak 1 Terabyte bahkan lebih. Selanjutnya setiap 2 tahun kapasitas hard disk akan berlipat ganda. Notebook yang kini memiliki hard disk 160 GB akan dilengkapi dengan hard disk 320 GB. Akan tetapi, bila produsen tidak memikirkan cara baru memadatkan data, mulai 2010 mereka akan mendapat masalah.

Di masa depan, trik membuat Bits lebih kecil agar lebih banyak data lagi tersimpan pada hard disk tidak lagi memadai. Bits yang terlalu kecil akan mudah kehilangan orientasi. Akibatnya, penyimpanan data akan seperti permainan roulette. Misalnya saja jika terjadi fluktuasi suhu ringan, data yang terdiri atas 1 dan 0 tidak dapat lagi dibaca. Inilah yang disebut efek superparamagnetik.

Langkah pertama menuju era baru telah dipelopori oleh teknologi perpendicular recording. Bits yang tegak lurus ke arah putar mempersulit perubahan kutub oleh efek superparamagnetik. Selain itu, bersamaan dengan teknologi baru ini, para produsen juga melengkapi hard disk mereka dengan kumparan magnet yang lebih peka serta algoritma yang lebih baik untuk membaca data. Kekurangan Bits yang lebih kecil adalah menghasilkan medan magnet yang lebih lemah.

Teknologi yang masih baru ini masih dapat dikembangkan lebih lanjut dan cocok digunakan untuk kapasitas data yang sangat tinggi. Dr. Dieter Weller, Kepala Penelitian di Seagates Recording Media Center di Silicon Valley, memperkirakan perpendicular recording memungkinkan kepadatan data hingga 500 Gigabit/inci persegi. Saat ini, kepadatan yang baru dicapai adalah 130 Gigabit/inci persegi.

Panas Membuat Logam Keras Melunak
Untuk bisa memuat data lebih padat lagi, dibutuhkan material baru yang juga menuntut penanganan yang sama sekali baru. Misalnya, campuran besi dan platina (FePt) dalam sebuah struktur kimia tertentu. Material yang keras mencegah perubahan kutub magnet-magnet kecil yang tidak diinginkan. Untuk dapat menulisi FePt, komponen head tulis harus mampu membuat medan magnet yang sangat kuat.

Solusi Seagate untuk itu adalah HAMR: Heat Assistance Magnetic Recording. Data akan ditulis secara magnetik pada keping yang berputar. Untuk itu, digunakan sebuah laser untuk memanasi material logam tersebut dalam waktu singkat pada tiap Bit. Dalam lapisan magnet yang lunak, Bits dapat lebih mudah. Setelah pendinginan, Bits pun menjadi lebih stabil.

Kombinasi komponen head magnet dan laser bukanlah hal baru. Sejak lama drive magneto optical (MO) menggunakan cara ini untuk menulis media. Dalam hard disk, cara kerjanya agak berbeda. “Pada HAMR, komponen head magnet dan laser membentuk satu kesatuan,” kata pengembang Seagate, Dr. Weller. Di dekat head baca, laser akan memanasi sebuah titik, kemudian medan magnet dan suhu mengerjakan langkah selanjutnya.

Perangkat MO bekerja dengan 2 head terpisah. Sebelum menulis dibutuhkan tambahan proses hapus untuk inisialisasi media. MO tidak cukup cepat untuk melakukan keduanya sekaligus. Head magnet dan laser bekerja pada sisi yang berbeda. Namun pada HAMR, keduanya bekerja pada sisi yang sama. Dengan peningkatan kecepatan, para teknisi juga berhasil melakukan miniaturisasi spool pada head magnet. Dengan ukuran hanya sekitar 100 nanometer, spool HAMR berukuran 5 kali lebih kecil dibanding spool MO drive. Dimensinya sama seperti pancaran laser.

Prototip HAMR telah berfungsi di lab Seagate, Pittsburgh. Instalasi tes di sini hanya memiliki sedikit kemiripan dengan hard disk. Keping tersebut bisa mencapai kepadatan data di atas hard disk masa kini, tetapi tidak terpasang dalam casing seperti biasa. Mereka menggunakan perangkat khusus, Spinstands, untuk menguji produk tersebut. Sayangnya, kombinasi FePt yang dibutuhkan tidak mudah diproduksi, terutama bila permukaannya terdiri atas struktur-struktur yang sangat kecil. Padahal, hard disk masa depan membutuhkan pengaturan Bit yang sangat tepat. Saat ini, setiap Bit terdiri atas sekitar 100 butiran permukaan.

Semakin kecil struktur, semakin penting ketepatan. Pada hard disk FePt, maksimal terdapat 50 butiran membentuk satu Bit. Untuk mencapai kepadatan Terabit/inci persegi, tiap butiran harus berukuran seragam dengan ukuran maksimal 5 nanometer Teknologi untuk memproduksi permukaan semacam itu belum ada. Teknologi produksi chip memang dapat digunakan, tetapi Weller lebih suka teknik self-organizing, yaitu proses kimia yang otomatis menghasilkan butiran-butiran pembentuk Bit dengan ukuran seperti yang diinginkan.

Menurut Weller, kepadatan data 40-50 Terabit/inci persegi sangat dimungkinkan. Perkiraan sementara, mampu menghasilkan hard disk berkapasitas 150 Terabyte. Namun, masih diperlukan beberapa dasawarsa lagi hingga prototip ini mampu diproduksi massal.

Image
TERMINAL HIBURAN - Untuk perangkat bergerak seperti iPod Video, Seagate merencanakan sebuah hard disk 120 GB yang tahan banting.

Hard Disk Mereparasi Sendiri
Magnetisasi titik yang semakin kecil menuntut jarak yang lebih kecil dari head dan permukaan hard disk (saat ini 5 nanometer). Tidak lama lagi, ukurannya akan menciut menjadi 2-3 nanometer. Dengan lapisan proteksi khusus, ukurannya bisa dikurangi lagi menjadi 1 nanometer.

Pada saat yang sama, industri ingin meningkatkan frekuensi putar hard disk menjadi 15 ribu per menit. Untuk memproteksi lapisan magnet yang peka, Fujitsu mengembangkan sebuah lapisan serupa Teflon. Seagate juga memperhitungkan penggunaan gas seperti Helium untuk proteksi anti-karat dalam casing.



Selain itu AS telah mempatenkan sebuah teknologi di mana hard disk dilengkapi dengan tanki pelumas. Untuk menyalurkan bahan pelumas, digunakan pipa-pipa karbon nano. Jika permukaan hard disk rusak karena tersentuh head atau kepanasan, ia dapat mereparasi diri sendiri dengan partikel-partikel karbon dari tanki.

Hard disk tahan banting amat penting untuk perangkat bergerak seperti notebook atau MP3 player. Untuk iPod Video yang baru misalnya, dalam waktu dekat, Seagate akan mengeluarkan hard disk berukuran 1,8 inci dengan kapasitas hingga 120 GB.

Solid State Disk, hard disk fix tanpa bagian yang bergerak menjadi saingan berat hard disk konvensional. Mungkin juga nantinya akan muncul varian ke-3 karena IBM, HP dan Seagate sedang mengembangkan teknologi baru tanpa keping berputar. Mereka memakai sebuah bidang dengan banyak head yang membaca data dari hard disk yang bergetar. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada yang berani memastikan kapan teknologi ini akan siap digunakan.

Cara Kerja HAMR: Laser dan Kumparan Magnet Sebagai Tim

Image
BITS LEBIH KECIL - Agar HAMR berfungsi, head magnet dan berkas laser harus bertemu pada sebuah titik berukuran sekitar 60 nanometer.

Cara kerja Heat Assistance Magnetic Recording sangat jelas terlihat di sini. Sebuah laser dalam head tulis/baca mendukung sistem hard disk dalam perubahan kutub Bit.

Dengan pemanasan per titik oleh laser, material lebih keras seperti FePt bisa digunakan sebagai lapisan magnetik. Bits yang lebih kecil juga dapat disimpan lebih stabil.

ALAMAT INTERNET PENTING:
www.seagate.com/newsinfo/newsroom/papers/
D2c25.html: Seagate Technology
http://jp.fujitsu.com/group/labs: Fujitsu Lab